Kamis, 19 Januari 2017

Laporan Pengenalan Komponen Elektronika

PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Menulis tidak dapat melihat,merasa,dan mencium atau menyadari keberadaan listrik dengan indranya, baik untuk muatan untuk medan listriknya. Oleh sebab itu, baru pada abad ke 18 hal-hal mengenai listrik di teliti. Sekarang ini listrik menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk di gunakan sumber tenaga, misalnya untuk lampu, mesin listrik, telepon, alat-alat listrik, radio dan komputer.
Komponen elektronika adalah alat-alat pendukung suatu rangkaian listrik agar dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Komponen elektronika dipasang pada papan PCB agar membentuk sebuah rangkaian listik. Setiap komponen elektronika memiliki fungsi masing-masing berdasarkan jenis dan tipe komponen elektronika tersebut. Seperti resistor dan kapasitor dimana resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik sedangkan kapasitor sebagai penyimpan muatan listrik. Manfaat komponen elektronika yaitu dapat digunakan dalam proyek elektronika, pembuatan peralatan elektronika sangat membutuhkan komponen-komponen tersebut, misalnya pembuatan amply membutuhkan transistor.
Bahan-bahan elektronika yaitu bahan-bahan yang menentukan kinerja (performance) dari peralatan/komponen listrik elektronika dan system insulisasinya, seperti dalam membangkitkan, menstransmisikan, menyerahkan, memperkuat, dan memodulasi sinyal listrik. Dalam bekerjanya peralatan dan komponen listrik (elektronika), bahan-bahan tersebut mengalami medan listrik/medan magnet. Saat ini banyak yang telah mampu membuat peralatan-peralatan elektronika, namun mereka belum mengetahui seperti apa nama, jenis dari berbagai komponen tersebut.
Pada tahun 2004, Siregar menyatakan bahwa barang-barang elektronika tersusun atas sebuah sistem rangkaian elektronika yang merupakan satu kesatuan darri beberapa komponen kecil elektronika, contohnya seperti resistor, potensiometer, kodensator, dioda, transistor, IC dan lain-lain. Komponen-komponen itu merupakan komponen pelengkap dari terciptanya sebuah barang elektronika.
Pada tahun 2013, Ruri Hartika Zain menyatakan bahwa kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering di pakai dalam merancang suatu sistem yang berfungsi untuk memblok arus DC, filter penyimpanan energi. Di dalamnya terdapat 2 buah plat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah insulator.
Semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat persaingan dalam dunia usaha merupakan tantangan yang harus di hadapi oleh semua pihak, terutama dalam dunia industri yang tidak bias lepas dari teknologi elektronika dan informasi. Perubahan serta perubahan yang sudah dicapai seperti otomatisasi dan komputensasi telah sedemikian cepatnya danmenuntut kalangan industri serta para praktisi yang berkecimpung di dalamnya untuk lebih siap menghadapi kemaampuan yang ada.
Pemahaman elektronika sangat penting untuk di ketahui, dengan melakukan praktikum pengenalan komponen elektronika ini, kita bisa lebih memahami dan mengetahui semua jenis, fungsi dari berbagai komponen-komponen elektronika.

2.      Tujuan  
Tujuan dari percobaan “pengenalan komponen elektronika” adalah.
1.      Dapat membedakan antara komponen aktif dan pasif.
2.      Dapat menggunakan multimeter analog dan multimeter digital.
3.      Dapat mengetahui beberapa cara mengukur komponen.
4.      Dapat mengetahui komponen yang baik dan rusak.
5.      Dapat membedakan jenis dan terminal transistor.

B.       Kajian Teori
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang di gunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian sesuai dengan namanya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohm diketahui resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang menglalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut ohm atau di lambangkan dengan sumber ʋ (ʋ mega). Bentuk resistor dapatdi lihat pada gambar 1.1 berikut .
Gambar 1.1. Resistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit, pemutus dan penyambung, modulasi dan serta fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam tran listrik dimana berdasarkan arus inputnya (BJT)  atau tengan inputnya (FET). Pada umunya transistor terminal tegangan atau arus yang di pasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang diterminal lamanya.
Gambar 1.2. Transistor

Kapasitor adalah sebuah alat yang dapat menyimpan muatan listrik, dan normalnya terdiri atas dua benda yang merupakan penghantar (biasanya plat atau lembaran) yang terletak berdekatan tetapi tidak saling menyentuh. Kapasitor banyak di gunakan pada rangkaian-rangkaian elektronika. Kapasitor menyimpan muatan untuk penggunaan akhir. Seperti pada lampu kilat kemera, dan sebagai cabang energi pada komputer jika listrik mati. Kapasitor juga menahan limpahan muatan dan energy untuk melindungi rangkaian (Giancoli,2001).

C.      METODE PRAKTIKUM
1.        Alat dan bahan
Alat dan bahan yang di gunakan pada percobaan “pengenalan komponen elektronika” dapat di lihat pada Tabel 1.1 Berikut.
Tabel 1.1. Alat dan Bahan Percobaan Pengenalan Komponen Elektronika
N0
Alat dan bahan
Fungsi
1
Resistor
Sebagai penghambat arus listrik
2
Kapasitor
Sebagai penyimpan muatan
3
Transistor
Sebagai penguat
4
Potensiometer
Sebagai pengatur hambatan
5
Dioda
Sebagai penyearah
6
Multimeter analog dan digital
Untukmengukur arus listrik, hambatan, tegangan, dan frekuensi
7
MOSFET
Sebagai penguat arus atau tegangan
8
IC
Sebagai media penyimpan
9
Induktor
Sebagai penyimpan medan listrik
10
Transformator
Sebagai pengatur tegangan

2.    Prosedur kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada percobaan “pengenalan    komponen elektronika” adalah sebagai berikut:
a.       Resistor
1)      Percobaan 1 (dengan melihat gelang warna pada resistor)
a)      Mengambil 5 gelang warna yang berbeda
b)      Melihat gelang warna pada resistor kemudian menghitung berdasarkan kode warna pada resistor
c)      Mencatat hasil perhitungan nilai resistensi resistor tersebut pada lembaran laporan atau data dengan muatan.
2)      Percobaan 2 (dengan menggunakan multimeter analog)
a)    Memutar saklar pada posisi Rx1, x10, x100,x1000 tergantung pada berapa besar tahapan yang hendak di ukur
b)   Menancapkan kabel merah (+) pada lubang (+) dan kabel hitam (-) pada lubang (-)
c)    Menempatkan pencolok hitam dan merah pada masing-masing ujungnya
d)   Menyetel jarum sampai mencapai angka nol ohm, sedangkan yang di buat menyetel adalah pengatur nol ohm
e)    Setelah menyampai angka nol ohm barulah pencolok itu kita lepaskan. Maka dengan demikian jarum sekala akan kembali ke kiri
f)    Menempatkan masing-masing pencolok pada kawat kaki resistor
g)   Apabila jarum bergerak itu berarti resisitor dalam keadaan baik
h)   Untuk mengukur besarnya nilai resistor memperhatikan gerak  jarum berhenti pada angka berapa
i)     Mencatat hasil tersebut pada lembar pengamatan
3)      Percobaan 3 (dengan menggunakan multimeter digital)
a)        Memutar skala pada posisi rx10, x100, x1000 tergantung besar tahanan yang hendak diukur
b)        menancapkan kabel merah (+) pada lubang (+) dan kabel hitam(-) pada lubang (-)
c)        Mempertemukan pencolok hitam dan merah pada masing-masing ujungnya
d)       Mencatat hasil di layar digital pada lembar pengamatan
b.      Kapasitor
Prosedur kerja pada kapasitor adalah sebagai berikut:
1.      Mengamati bentuk fisik pada kapasitor
2.      Menggambar kapasitor di lembar pengamatan
3.      Mencatat dan menghitung pada lembar pengamatan
c.       Transistor
Prosedur kerja pada transistor adalah sebagai berikut
1.      Menandai kaki transistor dengan x, y dan z
2.      Mengambil multimeter, memposisikan pada x 1 ohm
3.      Menempatkan probe merah pada salah satu kaki misalnya x, menempatkan probe hitam pada kaki yang lain berturut-turut pada kaki y dan z. jika pada saat menempelkan pada kaki x kemudian z jarum meter tidak berberat atau semuanya bergerak maka kaki tempat di tempatnya probe merah pada basif, mencari konfigurasi sampai ditemukan jarum meter bergerak semua memastikan basir dan jenis transistor NPN atau PNP ditemukan:
4.      Jika sudah di temukan basis dan jenis transistornya maka mengulangi langkah 3 dan memindahkan posisi pada ohm metermenjadi x10 ohm
5.      Misalnya transistor NPN memgang kuat ujung probe hitam dan menempelkan pada salah satu kaki selain basis (probe dan kaki transistor dipegang jadi satu)
6.      Menempelkan probe merah pada kaki yang (juga basis) dan jangan di sentuh
7.      Menyentuh kaki basis, jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya kekaki yang lain, menyentuh kembali basis jika jarum bergerak cukup tinggi/lebar maka kaki yang di pegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah kaki emitor.
·      Untuk transistor PNP caranya sama hanya saja merah dan hitam di balik memutar skala selector ke ohm x1, x10 atau x100.
·      Dalam pengukuran kondisi transisitor bila jarum bergerak tidak kembali ke angka nol, maka transistor tidak bergerak (tetap di angka nol) maka transistor rusak
d.      Dioda
Prosedur kerja untuk diode adalah sebagai berikut:
1.      Mengamati bentuk fisik dioda
2.      menggambarkan diode pada lembar pengamatan
e.       IC
Prosedur kerja untuk pengenalan IC adalah sbagai berikut.
1.      Menyiapkan satu buah IC.
2.      Mengamati bagian-bagiannya.
3.      Menghitung banyak kaki pada badan IC.
4.      Mengambil gambar IC dengan menggunakan kamera handphone.
f.       Induktor dan transformator
Prosedur kerja untuk pengenalan induktor dan transformator adalah sebagai berikut.
1.      Mengambil satu buah trafo dan satu buah induktor.
2.      Mengamati bagian-bagiannya.
3.      Mengambil gambarnya dengan menggunakan kamera handphone.
g.      MOSFET
Prosedur kerja untuk pengenalan MOSFET adalah sebagai berikut.
1.         Mengambil satu buah MOSFET.
2.         Mengamati bagian-bagiannya.
3.         Mengambil gambar MOSFET dengan menggunakan camera handphone.
























E.     Hasil dan Pembahasan
1.    Hasil
a.       Hasil pengamatan
1)      Multimeter Digital dan Analog
Gambar 1.3. Multimeter Analog
                   Keterangan:


1.      Papan skala
2.      Jarum petunjuk
3.      Pengatur nol Ohm
4.      Probe positif
5.      Probe negatif
6.      Saklar pemilih



Gambar 1.4. Multimeter Digital
Keterangan :


1.    Layar
2.    Tombol hold
3.    Tombol off
4.    Probe merah
5.    Saklar pemilih
6.    Probe hitam



Cara membedakan multimeter yang baik dan rusak yaitu :
1.    Multimeter yang baik jika di kalibrasi akan jarum penunjuk menunjukkan angka tertentu.
2.    Multimeter yang rusak jika di kalibrasi jarum penunjuk tidak bergerak.
1)    Potensiometer
Gambar 1.5. Potensiometer

Keterangan:
1. Pengatur tegangan
2. Nilai resistansi pada potensiometer
3. Terminal potensiometer
Cara membedakan potensiometer yang baik dan rusak yaitu :
1. Potensiometer yang baik : jika probe multimeter pada terminal potensiometer menunjukkan nilai pada LCD multimeter dimana nilai maksimumnya hampir sama dengan nilai yang tertera pada badan potensiometer tersebut.
2. Potensiometer  yang rusak : jika probe multimeter dihubungkan pada terminal potensiometer tidak menunjukkan nilai atau jarum tidak bergerak.
2)   Kapasitor
Gambar 1.6. Kapasitor
Keterangan :
1.         Nilai kapasitas kapasitor
2.         Terminal kapasitor
Cara membedakan kapasitor yang baik dan rusak yaitu :
1.         Kapasitor yang baik ketika di lakukan pengukuan jarum pada layar multimeter akan bergerak jauh sesuai dengan besar kapasitansi kapasitor,dan jarum pada layar berada pada posisi awal.
2.         Kapasitor yang rusak ketika dilakukan pengukuran jarum pada layar multimeter tidak bergerak.




3)   Transistor
Gambar 1.7. Transistor
Keterangan :
1.         Kaki transistor
2.         Badan transistor
Cara membedakan transistor yang rusak dan baik
1.    Transistor yang baik saat di hubungkan pada multimeter jarum tidak bergerak kembali keangka nol.
2.    Transistor yang rusak pada saat dihubungkan pada multimeter jarum bergerak ke angka nol
4)   Resistor
Gambar 1.8. Resistor
Keterangan :
1.  Kaki resistor
2.  Warna gelang resistor

Cara membedakan resisitor yang baik dan rusak:
1.  Resistor yang baik : bila jarum multimeter menunjukan angka sesuai dengan nilai pada resistor.
2.  Resistor yang rusak : bila jarum pada multimeter tidak bergerak.
a.         Menghitung Nilai Hambatan dengan Cara Manual/Gelang Warna dan Menggunakan Multimeter Digital
Data pengamatan untuk perhitungan nilai resistansi resistor berdasarkan kode warna dan melalui pengukuran multimeter digital dapat dilihat paada Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.2. Nilai Resistansi Resistor Berdasarkan Perhitungan Manual dan Multimeter Digital
No
1
2
3
4
5
Komponen
Resistor 1
Resistor 2
Resistor 3
Resistor 4
Resistor 5
Gelang 1
(Nilai)
Coklat
1
Biru
6
Jingga
3
Hijau
5
Coklat
1
Gelang 2
(Nilai)
Hitam
0
Abu-abu
8
Putih
9
Biru
6
Merah
2
Gelang 3
(Nilai)
Hitam
0
Merah
102
Kuning
104
Kuning
104
Coklat
1
Gelang 4
(Faktor Pengali)
Hitam
100
Emas
5%
Emas
5%
Emas
5%
Emas
5%
Gelang 5
(Toleransi)
Coklat
1%




Manual
100 ± 1%
68x102 ± 5%
39x104 ± 5%
56x104 ± 5%
12x101 ± 5%
Digital
99,5Ω
6,75 k Ω
0,384 M Ω
0,563 M Ω
1,89 Ω


b.         Menghitung Nilai Hambatan Dengan Cara Menggunakan Multimeter Analog
Untuk menghitung besar hambatan dengan menggunakan multimeter analog dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3. Nilai Resistansi Resistor Berdasarkan Multimeter
 Analog
No.
X 1
X 10
X 100
X 1000
1
500
2
500
100
5
3
500
60
4
4
150
9
0
0
5
500

5)   Dioda
Gambar 1.9. Dioda

Keterangan :
1.      Kaki transistor
2.      Anoda
3.      Katoda
Cara membedakan dioda yang rusak dan baik yaitu:
1.         Menghubungkan terminal positif dengan anoda dan terminal negatif dengan katoda.
2.         Dioda yang baik : jarum/layar tidak menunjukan angka bergerak.
3.         Dioda yang rusak : jarum/layar menunjukan angka bergerak.


6)   MOSFET
Gambar 1.10. MOSFET
Keterangan :
1.         Badan MOSFET
2.         Kaki MOSFET

7)    Induktor
Gambar 1.11. Induktor
Keterangan :


1.    Kutub negatif
2.    Kutub positif
3.      Jumlah lilitan
4.      Inti induktor










8)   IC
Gambar 1.12. IC
                             
Keterangan :
1.    Badan IC
2.    Terminal kaki

9) Transformator
Gambar 1.13. Transformator
Keterangan :


1.         Kumparan sekunder
2.         Badan transformator
3.      Kumparan primer





2)      Analisis data
Analisis data pada percobaan pengenalan komponen elektronika adalah sebagai berikut.
1.    Resistor tetap
a)    Resistor 1
Kode warna       : Coklat = 1
 Hitam = 0
 Hitam =0
 Coklat = 1%
Hambatan resistor  = ABC x 10c ± toleransi
= 100 x10± 1%
= 100 ± 1% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi  s/d  R+ R toleransi
= 100 – 100 x    s/100 + 100 x
= 100 – 1  s/d   100 + 1
= 99 Ω   s/d   101 Ω
b)   Resistor 2
Kode warna       : Biru              = 6
Abu-abu      = 8
Merah          = 2
Emas           = 5 %
 Hambatan resistor = ABC x 10c ± toleransi
= 68 x10± 5%
= 6800± 5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi  s/d  R+ R toleransi
 =  6800– 6800 x    s/6800 + 6800 x
 = 6800 –340  s/d   6800 + 340
 = 6460 Ω s/d   7140 Ω
c)    Resistor 3
Kode warna       : Jingga            = 3
 Putih             = 9
 Kuning          = 4
 Emas             = 5 %
Hambatan resistor = ABC x 10c ± toleransi
 = 39x104  ± 5%
 = 390000± 5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi  s/d  R+ R toleransi
=  390000390000   s/390000+
390000 x
 = 390000 - 19500  s/d   390000 + 19500
 = 370500 Ω s/d   409500 Ω
d)   Resistor 4
Kode warna       : Hijau            = 5
Biru                = 6
Kuning           = 4
Emas              = 5 %
Hambatan resistor = ABC x 10c ± toleransi
 = 56x104  ± 5%
 = 560000± 5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi  s/d  R+ R toleransi
=  560000560000   s/560000+
560000 x
= 560000 - 28000  s/d   560000 + 28000
 = 532000 Ω s/d   588000 Ω


2.    Kapasitor
Nilai pada kapasitor adalah = 105 W
  = AB x 10c
   = 10 x 105
  = 1000000
2.    Pembahasan
Barang-barang elektronika tersusun atas sebuah sistem rangkaian elektronika yang merupakan satu kesatuan dari beberapa komponen kecil elektronika, contohnya seperti resistor, kondensator, dioda, transistor, IC, dan lain-lain. Komponen-komponen itu merupakan komponen pelengkap dari terciptanya sebuah barang elektronika.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada percobaan pengenalan komponen elektronika, dilakukan beberapa pengamatan terhadap komponen elektronika. Yaitu multimeter digital dan analog, kapasitor,resistor, transistor, potensiometer. Pengamatan pertama yaitu pengamatan terhadap multimeter digital dan analog yaitu pengamatan untuk menentukan rusak atau tidaknya ultimet tersebut, maka cara membedakan multimeter yang baik dan rusak yaitu mengkubrasi, jika jarum/layar tidak menunjukan angka tertentu berarti multimeter dalam keadaan rusak.
Pengamatan yang kedua yaitu pada potensiometer. Potensiometer biasanya memiliki 3 kaki, untuk memilih mana kaki untuk infut maupun output bisa di pilih sembarang saja misalnya jika infutnya 3maka outputnya 1 dan 2. Jika inputnya 1 maka outputnya 2 dan 3 sedangkan untuk mengetahui potensiometer yang rusak dan baik,caranya potensiometer diukur menggunakan multimeter. Pada saat potensiometer diukur menggunakan multimeter. Jika jarum/layar menunjukan nilai yang hampir sama dengan nilai yang tertera pada badan potensiometer ini meunjukan potensiometer dalam keadaan baik sedangkan pada layar tidak menunjukan nilai atau tetap pada angka nol itu menujukan potensiometer dalam keadaan buruk. Pengamatan yang ketiga adalah pada kapasitor. Dalam menentukan polaritas atau kaki positf dan negatif sebuah kapasitor adalahdengan melihat kaki mana yang terdekat dengan garis vertical pada badan kapasitor maka kaki tersebut adalah kaki negatifnya sedangkan kaki yang lain adalah kaki positifnya. Untuk mengetahui baik atau buruk suatu suatu kapasitor dapat di ukur menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran jarum/layar pada multimeter tidak menunjukan angka/bergerak itu berarti kapasitor dalam keadaan baik. sedangkan jika jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak itu berarti kapasitor dalam keadaan rusak. Pengamatan yang keempat ada pada dioda. Cara  menentukan kaki-kaki dioda adalah dengan melihat bentuk fisiknya, jika pada kaki yang ujungnya di tandai dengan garis itu adalah kaki ketoda sedangkan kaki yang lain adalah anoda. Untuk mengetahui baik atau buruk suatu dioda dapat diukur menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak pada saat saklar diarahkan pada ohm meter dan pencolok merah ditempatkan pada kaki anoda itu menunjukan dioda tersebut rusak. Sedangkan jika jarum/layar bergerak/meunjukan angka itu menunjukan dioda tersebut baik. Pengamatan yang kelima adalah pada resistor. Dalam menentukan nilai resistensinya dapat dihitung melalui kode warna pada resisitor dan diukur menggunakan multimeter analog dan multimeter digital.untuk mengetahui resisitor dalam keadaan baik dan rusak dapat diukur dengan menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran jarum/layar menunjukan angka/bergerak sesuai dengan nilai resistansi resistor atau mendekati itu menunjukan resistor dalam keadaan baik. Sedangkan jika jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak itu menunjukan resistor dalam keadaan buruk. Pengamatan yang keenam adalah pada transistor.dalam menentukan kaki-kaki pada transistor dapat dilakukan dengan cara memisahkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, seperti kaki 1, kaki 2, dan kaki 3. Kemudian set multimeter ke ohm meter X100 atau X1000 kemudian mencari kaki besarnya dengan menempelkan probe merah kesalah 1 kaki, misal kaki 1 dan probe hitam dihubungkan ke kedua kaki yang lain, apabila multimeter memberikan nilai.ukur resisitensi yang rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki besar untuk transistor PNP sedangkan untuk transistor NPN cara mengukurnya sama hanya posisi probe merah dan probe hitam di balik multimeter tidak memberikan nilai (jarum tidak beergerak). Untuk mencari kaki emitor dan misalnya transistor NPN caranya menghubungkan probe hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara menempelkan probe pada jari tangan kita, kemudian hubungkan pada merah pada kaki yang lain (selain basis) dan jangan di sentuh dengan jari tangan, kemudian sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum pada multimeter tidak bergerak, balik posisinya pada kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis dengan tangan jika jarum multimeter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor. Untuk transistor PNP caranya sama hanya probe merah dan probe hitam di balik. Dalam menentukan transistor yang baik dan rusak dapat dilakukan dengan mengukur  menggunakan multimeter. Jika pada saat pengukuran jarum/layar menunjukan angka/bergerak itu berarti transistor baik,begitu pula sebaliknya jika jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak itu berarti transistor rusak.
Transformator atau trafo adalah alat yang memindahkan tegangan listrik anttara dua rangkaian listrik atau lebihmelalui induksi elektromagnetik. Trafo bekerja berdasarkan prinsip induksi magnetik, dimana tegangan masukkan bolak-balik ini menginduksikan Gaya Gerak Listrik (GGL) dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan kelilitan sekunder. Trafo digunakan pula dalam pengaruh tegangan, entah menaikkan atau menurunkan, tergantung dari jenis trafo yang digunakan. Trafo yang baik dapat diketahui apabila saat dihubungkan dengan kumparan primer dan probe dan probe satunya lagi dihubungkan pada kumparan sekunder, jika jarum skala tidak bergerak, sedangkan trafo yang rusak dapat diketahui saat dihubungkan dengan dengan multimeter jarum skala bergerak.
IC adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika. IC yang digunakan saat praktikum adalah IC dengan jumlah kaki total 14 kaki, dimana kaki (1) adalah 1A, (2) 1Y, (3) 2A, (4) 3Y, (5) 3A, (6) 3Y, (7) 6ND, (8) 4Y, (9) 4A, (10) 5Y, (11) 5A, (12) 6Y, (13) 6A, (14) VCC, yang apabila nanti disambungkan kedalam rangkaian tidak akan salah dalam penghubungannya dengan komponen lain.
MOSFET adalah salah satu jenis transistor efek medan yang digunakan sebagai penguat dan saklar, dimana prinsip kerjanya sebagai saklar dengan menggunakan MOSFET pada kondisi saturasi (ON) dan kondisi CUT-OFF (OFF). MOSFET juga digunakan sebagai pengatur tegangan dengan menghubungkan kakinya dari kiri ke kanan yaitu gate, drain, dan source.
Induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Induktor hanya memiliki satu kumparan/lilitan yang sering digunakan pada sirkuit analog pemrosesan sinyal.
Berdasarkan analisis data mengenai penentuan nilai resistansi resistor, pada percobaan kali ini menggunakan 5 buah resistor dengan kode warna yang berbeda-beda. Pada resistor 1 memiliki nilai hambatan sebesar 1000x10° ± 5% dan nilai habatan sebenarnya sebesar 99% s/d 101Ω. Pada resisitor 2 memiliki nilai hambatan sebesar 68000 ± 5% Ω dan nilai hambatan sebenarnya sebesar 6400 Ω s/d 7140 Ω. Pada resistor 3 memiliki nilai hambatan sebesar 390000 ± 5%  dannilai hambatan sebnarnya sebesar 370500 Ω s/d 409500 Ω. Pada resisitor 4 memiliki nilai hambatan sebesar 560000 ± 5% dan nilai hambatan sebenarnya 532000 Ω s/d 588000. Pada resistor 5 memiliki nilai hambatan sebesar 120 ± 5% dan nilai hambatan sebenarnya sebesar 114 Ω s/d 126 Ω. untuk kapasitor memiliki nilai sebesar 150 w.
Berdasarkan hasil pengukuran baik menggunakan mutimeter analog, multimeter digital dan secara kode warna dalam pembacaan atau penghitungan nilai resistansi resisitor. Jika di badingkan secara teori dan praktek terdapat perbedaan sedikit, meskipun begitu perbedaan tersebut diabaikan karena setiap resistor memiliki toleransi sehingga dapat mengatakan percobaan ini tlah berhasil.

 A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum rangkaian listrik sebagai berikut.
1.      Komponen aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus lisrtik agar dapat bekerja. Sedangkan komponen pasif adalah komponen elektronika yang tidak memrlukan arus listrik agar dapat bekerja.
2.      Dalam menggunakan multimeter analog dan digital terlebih dahulu dilakukan kalibrasi yaitu  dengan cara probe merah dan probe hitam di lengketkan/direkatkan sampai menunjukan angka nol. Dalam mengukur suatu hambatan atau arus listrik. Terlebih dahulu memutar sklar kearah besaran yang akan di ukur, kemudian probe merah dan hitam  dilengketkan atau di tempatkan pada masing-masing komponen elektronika.
3.      Cara mengukur komponen-komponen elektronika contohnya seperti mengukur resistor adalah mengkalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-), setelah itu kita menghubungkan pencolok (+) pada slah  satu kaki resistor sedangkan pencolok hitam dikaki yang lain, kemudian mencatat nilai yang tertera pada multimeter.
4.      Cara mengetahui komponen elektronika yang baik dan rusak dengan menggunakan multimeter misalnya pada resistor adalah pencolok merah dan pencolok hitam di tempatkan pada masing-masing kaki resistor, jika pada layar multimet jarum bergerak itu artinya resistor baik begitu pula sebaliknya jika tidak bergerak itu artinya rusak..
5.      Transistor dibedakan menjadi 2 jenis yaitu transistor kutub (bipolar) dan transistor efek medan (field effect transistor FET). Sedangkan terminan transistor terbagi tiga yaitu basis (B), emitter (E), kolektor (C).