PENGENALAN
KOMPONEN ELEKTRONIKA
A. Pendahuluan
1. Latar
Belakang
Menulis tidak
dapat melihat,merasa,dan mencium atau menyadari keberadaan listrik dengan
indranya, baik untuk muatan untuk medan listriknya. Oleh sebab itu, baru pada abad ke 18 hal-hal mengenai listrik
di teliti. Sekarang
ini listrik menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk di gunakan
sumber tenaga, misalnya untuk
lampu, mesin listrik, telepon, alat-alat listrik, radio dan komputer.
Komponen elektronika adalah alat-alat pendukung suatu
rangkaian listrik agar dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Komponen
elektronika dipasang pada papan PCB
agar membentuk sebuah rangkaian listik. Setiap komponen elektronika memiliki
fungsi masing-masing berdasarkan jenis dan tipe komponen elektronika tersebut.
Seperti resistor dan kapasitor dimana resistor berfungsi sebagai penghambat
arus listrik sedangkan kapasitor sebagai penyimpan muatan listrik. Manfaat
komponen elektronika yaitu dapat digunakan dalam proyek elektronika, pembuatan
peralatan elektronika sangat membutuhkan komponen-komponen tersebut, misalnya
pembuatan amply membutuhkan transistor.
Bahan-bahan
elektronika yaitu bahan-bahan yang menentukan kinerja (performance) dari peralatan/komponen
listrik elektronika dan system insulisasinya, seperti
dalam membangkitkan, menstransmisikan, menyerahkan, memperkuat, dan memodulasi sinyal listrik. Dalam
bekerjanya peralatan dan komponen listrik (elektronika), bahan-bahan tersebut mengalami medan listrik/medan magnet. Saat ini banyak yang telah mampu membuat
peralatan-peralatan elektronika, namun mereka belum mengetahui seperti apa
nama, jenis dari berbagai komponen tersebut.
Pada
tahun 2004, Siregar menyatakan bahwa barang-barang elektronika tersusun atas
sebuah sistem rangkaian elektronika yang merupakan satu kesatuan darri beberapa
komponen kecil elektronika, contohnya seperti resistor, potensiometer, kodensator,
dioda, transistor, IC dan lain-lain.
Komponen-komponen itu merupakan komponen pelengkap dari terciptanya sebuah
barang elektronika.
Pada
tahun 2013, Ruri Hartika Zain menyatakan bahwa kapasitor merupakan komponen
pasif elektronika yang sering di pakai dalam merancang suatu sistem yang berfungsi
untuk memblok arus DC, filter
penyimpanan energi. Di dalamnya terdapat 2 buah plat elektroda yang saling
berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah insulator.
Semakin
cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat persaingan dalam dunia
usaha merupakan tantangan yang harus di hadapi oleh semua pihak, terutama dalam
dunia industri yang tidak bias lepas dari teknologi elektronika dan informasi.
Perubahan serta perubahan yang sudah dicapai seperti otomatisasi dan
komputensasi telah sedemikian cepatnya danmenuntut kalangan industri serta para
praktisi yang berkecimpung di dalamnya untuk lebih siap menghadapi kemaampuan
yang ada.
Pemahaman
elektronika sangat penting untuk di ketahui, dengan melakukan praktikum
pengenalan komponen elektronika ini, kita bisa lebih memahami dan mengetahui
semua jenis, fungsi dari berbagai komponen-komponen elektronika.
2. Tujuan
Tujuan
dari percobaan “pengenalan komponen elektronika” adalah.
1. Dapat
membedakan antara komponen aktif dan pasif.
2. Dapat
menggunakan multimeter analog dan multimeter digital.
3. Dapat
mengetahui beberapa cara mengukur komponen.
4. Dapat
mengetahui komponen yang baik dan rusak.
5. Dapat
membedakan jenis dan terminal transistor.
B. Kajian
Teori
Resistor
adalah komponen dasar elektronika yang di gunakan untuk membatasi jumlah arus
yang mengalir dalam suatu rangkaian sesuai dengan namanya terbuat dari bahan
karbon. Dari hukum Ohm diketahui resistansi berbanding terbalik dengan jumlah
arus yang menglalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut
ohm atau di lambangkan dengan sumber ʋ (ʋ mega). Bentuk resistor dapatdi lihat
pada gambar 1.1
berikut .
Gambar 1.1. Resistor
Transistor adalah alat
semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit, pemutus dan
penyambung, modulasi dan serta fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam
tran listrik dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tengan inputnya (FET). Pada umunya transistor terminal
tegangan atau arus yang di pasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih
besar yang diterminal lamanya.
Gambar 1.2. Transistor
Kapasitor adalah sebuah
alat yang dapat menyimpan muatan listrik, dan normalnya terdiri atas dua benda
yang merupakan penghantar (biasanya
plat atau lembaran) yang terletak berdekatan tetapi tidak saling menyentuh.
Kapasitor banyak di gunakan pada rangkaian-rangkaian elektronika. Kapasitor
menyimpan muatan untuk penggunaan akhir. Seperti pada lampu kilat kemera, dan
sebagai cabang energi pada komputer jika listrik mati. Kapasitor juga menahan
limpahan muatan dan energy untuk melindungi rangkaian (Giancoli,2001).
C. METODE PRAKTIKUM
1.
Alat
dan bahan
Alat
dan bahan yang di gunakan pada percobaan “pengenalan komponen elektronika” dapat
di lihat pada Tabel 1.1 Berikut.
Tabel 1.1. Alat
dan Bahan
Percobaan Pengenalan Komponen
Elektronika
N0
|
Alat
dan bahan
|
Fungsi
|
1
|
Resistor
|
Sebagai penghambat arus listrik
|
2
|
Kapasitor
|
Sebagai penyimpan muatan
|
3
|
Transistor
|
Sebagai penguat
|
4
|
Potensiometer
|
Sebagai pengatur hambatan
|
5
|
Dioda
|
Sebagai penyearah
|
6
|
Multimeter
analog dan digital
|
Untukmengukur arus listrik, hambatan, tegangan,
dan frekuensi
|
7
|
MOSFET
|
Sebagai penguat
arus atau tegangan
|
8
|
IC
|
Sebagai media
penyimpan
|
9
|
Induktor
|
Sebagai penyimpan
medan listrik
|
10
|
Transformator
|
Sebagai pengatur
tegangan
|
2. Prosedur kerja
Prosedur
kerja yang dilakukan pada percobaan “pengenalan komponen
elektronika” adalah sebagai berikut:
a. Resistor
1) Percobaan
1 (dengan melihat gelang warna pada resistor)
a) Mengambil
5 gelang warna yang berbeda
b) Melihat
gelang warna pada resistor kemudian menghitung berdasarkan kode warna pada
resistor
c) Mencatat
hasil perhitungan nilai resistensi resistor tersebut pada lembaran laporan atau
data dengan muatan.
2) Percobaan
2 (dengan menggunakan multimeter analog)
a) Memutar saklar pada posisi Rx1, x10,
x100,x1000 tergantung pada berapa besar tahapan yang hendak di ukur
b) Menancapkan kabel merah (+) pada lubang
(+) dan kabel hitam (-) pada lubang (-)
c) Menempatkan pencolok hitam dan merah pada masing-masing ujungnya
d) Menyetel
jarum sampai mencapai angka nol ohm, sedangkan yang di buat menyetel adalah pengatur nol ohm
e) Setelah menyampai angka nol ohm barulah
pencolok itu kita lepaskan. Maka dengan demikian jarum sekala akan kembali ke
kiri
f) Menempatkan masing-masing pencolok pada
kawat kaki resistor
g) Apabila jarum bergerak itu berarti
resisitor dalam keadaan baik
h) Untuk mengukur besarnya nilai resistor
memperhatikan gerak jarum berhenti pada
angka berapa
i) Mencatat hasil tersebut pada lembar
pengamatan
3) Percobaan
3 (dengan menggunakan multimeter digital)
a)
Memutar
skala pada posisi rx10, x100, x1000 tergantung besar tahanan yang hendak diukur
b)
menancapkan kabel merah (+) pada lubang
(+) dan kabel hitam(-) pada
lubang (-)
c)
Mempertemukan
pencolok hitam dan merah pada masing-masing ujungnya
d) Mencatat hasil di layar digital pada
lembar pengamatan
b. Kapasitor
Prosedur kerja pada kapasitor adalah sebagai
berikut:
1. Mengamati
bentuk fisik pada kapasitor
2. Menggambar
kapasitor di lembar pengamatan
3. Mencatat
dan menghitung pada lembar pengamatan
c. Transistor
Prosedur kerja pada transistor adalah sebagai
berikut
1. Menandai
kaki transistor dengan x, y dan z
2. Mengambil
multimeter, memposisikan pada x 1 ohm
3. Menempatkan
probe merah pada salah satu kaki
misalnya x, menempatkan probe hitam pada kaki yang lain berturut-turut pada
kaki y dan z. jika pada saat menempelkan pada kaki x kemudian z jarum meter
tidak berberat atau semuanya bergerak maka kaki tempat di tempatnya probe merah
pada basif, mencari konfigurasi sampai ditemukan jarum meter bergerak semua
memastikan basir dan jenis transistor NPN atau PNP ditemukan:
4. Jika
sudah di temukan basis dan jenis transistornya maka mengulangi langkah 3 dan
memindahkan posisi pada ohm metermenjadi x10 ohm
5. Misalnya
transistor NPN memgang kuat ujung probe hitam dan menempelkan pada salah satu
kaki selain basis (probe dan kaki
transistor dipegang jadi satu)
6. Menempelkan
probe merah pada kaki yang (juga
basis) dan jangan di sentuh
7. Menyentuh
kaki basis, jika jarum meter tidak bergerak, balik posisinya kekaki yang lain,
menyentuh kembali basis jika jarum bergerak cukup tinggi/lebar maka kaki yang
di pegang bersama probe hitam adalah
kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah kaki emitor.
· Untuk
transistor PNP caranya sama hanya
saja merah dan hitam di balik memutar skala selector ke ohm x1, x10 atau x100.
· Dalam
pengukuran kondisi transisitor bila jarum bergerak tidak kembali ke angka nol,
maka transistor tidak bergerak (tetap di angka nol) maka transistor rusak
d. Dioda
Prosedur kerja untuk diode adalah sebagai berikut:
1. Mengamati
bentuk fisik dioda
2. menggambarkan
diode pada lembar pengamatan
e. IC
Prosedur
kerja untuk pengenalan IC adalah
sbagai berikut.
1.
Menyiapkan
satu buah IC.
2.
Mengamati
bagian-bagiannya.
3.
Menghitung
banyak kaki pada badan IC.
4.
Mengambil
gambar IC dengan menggunakan kamera handphone.
f.
Induktor
dan transformator
Prosedur kerja
untuk pengenalan induktor dan transformator adalah sebagai berikut.
1.
Mengambil
satu buah trafo dan satu buah induktor.
2.
Mengamati
bagian-bagiannya.
3.
Mengambil
gambarnya dengan menggunakan kamera handphone.
g. MOSFET
Prosedur kerja
untuk pengenalan MOSFET adalah
sebagai berikut.
1.
Mengambil
satu buah MOSFET.
2.
Mengamati
bagian-bagiannya.
3.
Mengambil
gambar MOSFET dengan menggunakan
camera handphone.
E.
Hasil
dan Pembahasan
1. Hasil
a. Hasil pengamatan
1)
Multimeter Digital
dan Analog
Gambar 1.3. Multimeter Analog
Keterangan:
1.
Papan skala
2.
Jarum petunjuk
3.
Pengatur nol Ohm
4.
Probe positif
5.
Probe negatif
6.
Saklar pemilih
Gambar 1.4. Multimeter
Digital
Keterangan :
1.
Layar
2.
Tombol hold
3.
Tombol off
4.
Probe merah
5.
Saklar pemilih
6. Probe
hitam
Cara membedakan multimeter yang
baik dan rusak yaitu :
1. Multimeter yang baik jika di kalibrasi akan jarum
penunjuk menunjukkan angka tertentu.
2. Multimeter yang rusak jika di kalibrasi jarum penunjuk
tidak bergerak.
1) Potensiometer
Gambar 1.5. Potensiometer
Keterangan:
1.
Pengatur tegangan
2.
Nilai resistansi
pada potensiometer
3. Terminal potensiometer
Cara
membedakan potensiometer yang baik dan rusak yaitu :
1. Potensiometer yang baik : jika probe multimeter pada terminal potensiometer menunjukkan nilai pada
LCD multimeter dimana nilai maksimumnya hampir sama dengan nilai yang tertera
pada badan potensiometer tersebut.
2. Potensiometer yang
rusak : jika probe multimeter
dihubungkan pada terminal potensiometer tidak menunjukkan nilai atau jarum
tidak bergerak.
2) Kapasitor
Gambar 1.6. Kapasitor
Keterangan :
1.
Nilai kapasitas
kapasitor
2.
Terminal
kapasitor
Cara
membedakan kapasitor yang baik dan rusak yaitu :
1.
Kapasitor
yang baik ketika di lakukan pengukuan jarum pada layar multimeter akan bergerak
jauh sesuai dengan besar kapasitansi kapasitor,dan jarum pada layar berada pada
posisi awal.
2.
Kapasitor
yang rusak ketika dilakukan pengukuran jarum pada layar multimeter tidak bergerak.
3)
Transistor
Gambar 1.7. Transistor
Keterangan :
1.
Kaki transistor
2.
Badan
transistor
Cara membedakan transistor yang rusak dan baik
1. Transistor
yang baik saat di hubungkan pada multimeter jarum tidak bergerak kembali
keangka nol.
2. Transistor
yang rusak pada saat dihubungkan pada multimeter jarum bergerak ke angka nol
4)
Resistor
Gambar 1.8. Resistor
Keterangan :
1. Kaki resistor
2. Warna gelang resistor
Cara membedakan resisitor yang baik dan rusak:
1. Resistor
yang baik : bila
jarum multimeter menunjukan angka sesuai dengan nilai pada resistor.
2. Resistor
yang rusak :
bila jarum pada multimeter tidak bergerak.
a.
Menghitung
Nilai Hambatan dengan Cara Manual/Gelang Warna dan Menggunakan Multimeter
Digital
Data pengamatan untuk perhitungan nilai resistansi
resistor berdasarkan kode warna dan melalui pengukuran multimeter digital dapat
dilihat paada Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.2. Nilai Resistansi Resistor
Berdasarkan Perhitungan Manual dan Multimeter Digital
No
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
Komponen
|
Resistor
1
|
Resistor
2
|
Resistor
3
|
Resistor
4
|
Resistor
5
|
Gelang 1
(Nilai)
|
Coklat
1
|
Biru
6
|
Jingga
3
|
Hijau
5
|
Coklat
1
|
Gelang 2
(Nilai)
|
Hitam
0
|
Abu-abu
8
|
Putih
9
|
Biru
6
|
Merah
2
|
Gelang 3
(Nilai)
|
Hitam
0
|
Merah
102
|
Kuning
104
|
Kuning
104
|
Coklat
1
|
Gelang 4
(Faktor Pengali)
|
Hitam
100
|
Emas
5%
|
Emas
5%
|
Emas
5%
|
Emas
5%
|
Gelang 5
(Toleransi)
|
Coklat
1%
|
||||
Manual
|
100
± 1%
|
68x102 ± 5%
|
39x104 ± 5%
|
56x104 ± 5%
|
12x101 ± 5%
|
Digital
|
99,5Ω
|
6,75 k Ω
|
0,384 M Ω
|
0,563 M Ω
|
1,89 Ω
|
b.
Menghitung
Nilai Hambatan Dengan Cara Menggunakan Multimeter Analog
Untuk menghitung besar hambatan dengan menggunakan
multimeter analog dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3. Nilai Resistansi
Resistor Berdasarkan Multimeter
Analog
No.
|
X 1 Ω
|
X 10 Ω
|
X 100 Ω
|
X 1000 Ω
|
1
|
∞
|
∞
|
∞
|
500
|
2
|
∞
|
500
|
100
|
5
|
3
|
∞
|
500
|
60
|
4
|
4
|
150
|
9
|
0
|
0
|
5
|
∞
|
∞
|
∞
|
500
|
5)
Dioda
Gambar 1.9. Dioda
Keterangan :
1.
Kaki transistor
2.
Anoda
3.
Katoda
Cara membedakan dioda yang rusak dan baik yaitu:
1.
Menghubungkan terminal positif dengan
anoda dan terminal negatif dengan katoda.
2.
Dioda yang baik : jarum/layar tidak menunjukan angka
bergerak.
3.
Dioda yang rusak : jarum/layar menunjukan angka bergerak.
6)
MOSFET
Gambar 1.10. MOSFET
Keterangan :
1.
Badan MOSFET
2.
Kaki
MOSFET
7)
Induktor
Gambar 1.11. Induktor
Keterangan :
1. Kutub negatif
2.
Kutub positif
3.
Jumlah lilitan
4.
Inti induktor
8) IC
Gambar 1.12. IC
Keterangan :
1.
Badan IC
2. Terminal kaki
9) Transformator
Gambar 1.13.
Transformator
Keterangan :
1.
Kumparan sekunder
2.
Badan transformator
3.
Kumparan
primer
2) Analisis data
Analisis data pada percobaan pengenalan komponen elektronika adalah
sebagai berikut.
1. Resistor
tetap
a) Resistor
1
Kode
warna : Coklat = 1
Hitam
= 0
Hitam
=0
Coklat
= 1%
Hambatan resistor = ABC x 10c ± toleransi
= 100 x100 ± 1%
= 100 ± 1% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi s/d R+ R toleransi
= 100 – 100 x
s/d 100 + 100 x
= 100 – 1 s/d 100 + 1
= 99 Ω
s/d 101 Ω
b)
Resistor 2
Kode
warna
: Biru =
6
Abu-abu = 8
Merah = 2
Emas = 5 %
Hambatan
resistor = ABC x 10c ± toleransi
= 68 x102
± 5%
= 6800± 5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi s/d R+ R toleransi
= 6800– 6800 x
s/d 6800 + 6800 x
= 6800 –340 s/d 6800 + 340
= 6460 Ω s/d
7140 Ω
c)
Resistor 3
Kode warna :
Jingga = 3
Putih =
9
Kuning =
4
Emas =
5 %
Hambatan
resistor = ABC x 10c ±
toleransi
= 39x104 ± 5%
= 390000±
5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi s/d R+ R toleransi
= 390000– 390000 x
s/d 390000+
390000 x
= 390000
- 19500 s/d 390000 + 19500
= 370500 Ω s/d 409500 Ω
d)
Resistor 4
Kode warna : Hijau =
5
Biru = 6
Kuning = 4
Emas =
5 %
Hambatan resistor = ABC x 10c ± toleransi
= 56x104 ± 5%
= 560000±
5% Ω
Hambatan sebenarnya = R – R toleransi s/d R+ R toleransi
= 560000– 560000 x
s/d 560000+
560000
x
= 560000
- 28000 s/d 560000 + 28000
= 532000 Ω s/d 588000 Ω
2.
Kapasitor
Nilai pada kapasitor adalah = 105 W
= AB x 10c
= 10 x 105
= 1000000
2. Pembahasan
Barang-barang
elektronika tersusun atas sebuah sistem rangkaian elektronika yang merupakan
satu kesatuan dari beberapa komponen kecil elektronika, contohnya seperti
resistor, kondensator, dioda,
transistor, IC, dan lain-lain.
Komponen-komponen itu merupakan komponen pelengkap dari terciptanya sebuah
barang elektronika.
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan pada percobaan pengenalan komponen elektronika,
dilakukan beberapa pengamatan terhadap komponen elektronika. Yaitu multimeter
digital dan analog, kapasitor,resistor, transistor, potensiometer. Pengamatan
pertama yaitu pengamatan terhadap multimeter digital dan analog yaitu
pengamatan untuk menentukan rusak atau tidaknya ultimet tersebut, maka cara
membedakan multimeter yang baik dan rusak yaitu mengkubrasi, jika jarum/layar
tidak menunjukan angka tertentu berarti multimeter dalam keadaan rusak.
Pengamatan
yang kedua yaitu pada potensiometer. Potensiometer biasanya memiliki 3 kaki, untuk
memilih mana kaki untuk infut maupun output bisa di pilih sembarang saja
misalnya jika infutnya 3maka outputnya 1 dan 2. Jika inputnya 1 maka outputnya
2 dan 3 sedangkan untuk mengetahui potensiometer yang rusak dan baik,caranya
potensiometer diukur menggunakan
multimeter. Pada saat potensiometer diukur menggunakan multimeter.
Jika jarum/layar menunjukan nilai yang hampir sama dengan nilai yang tertera
pada badan potensiometer ini meunjukan potensiometer dalam keadaan baik
sedangkan pada layar tidak menunjukan nilai atau tetap pada angka nol itu
menujukan potensiometer dalam keadaan buruk. Pengamatan yang ketiga adalah pada
kapasitor. Dalam menentukan polaritas atau kaki positf dan negatif sebuah
kapasitor adalahdengan melihat kaki mana yang terdekat dengan garis vertical
pada badan kapasitor maka kaki tersebut adalah kaki negatifnya sedangkan kaki
yang lain adalah kaki positifnya. Untuk mengetahui baik atau buruk suatu suatu
kapasitor dapat di ukur menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran
jarum/layar pada multimeter tidak menunjukan angka/bergerak itu berarti
kapasitor dalam keadaan baik. sedangkan jika jarum/layar tidak menunjukan
angka/bergerak itu berarti kapasitor dalam keadaan rusak. Pengamatan yang
keempat ada pada dioda. Cara menentukan
kaki-kaki dioda adalah dengan melihat bentuk fisiknya, jika pada kaki yang
ujungnya di tandai dengan garis itu adalah kaki ketoda sedangkan kaki yang lain
adalah anoda. Untuk mengetahui baik atau buruk suatu dioda dapat diukur
menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran jarum/layar tidak menunjukan
angka/bergerak pada saat saklar diarahkan pada ohm meter dan pencolok merah
ditempatkan pada kaki anoda itu menunjukan dioda tersebut rusak. Sedangkan jika
jarum/layar bergerak/meunjukan angka itu menunjukan dioda tersebut baik.
Pengamatan yang kelima adalah
pada resistor.
Dalam menentukan nilai resistensinya dapat dihitung melalui kode warna pada
resisitor dan diukur menggunakan multimeter analog dan multimeter digital.untuk
mengetahui resisitor dalam keadaan baik dan rusak dapat diukur dengan
menggunakan multimeter. Jika dalam pengukuran jarum/layar menunjukan angka/bergerak
sesuai dengan nilai resistansi resistor atau mendekati itu menunjukan resistor
dalam keadaan baik. Sedangkan jika jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak
itu menunjukan resistor dalam keadaan buruk. Pengamatan yang keenam adalah pada
transistor.dalam menentukan kaki-kaki pada transistor dapat dilakukan dengan
cara memisahkan kaki-kaki transistor tersebut dengan nama lain, seperti kaki 1,
kaki 2, dan kaki 3. Kemudian set multimeter ke ohm meter X100 atau X1000
kemudian mencari kaki besarnya dengan menempelkan probe merah kesalah 1 kaki, misal kaki 1 dan probe hitam dihubungkan ke kedua
kaki yang lain, apabila multimeter memberikan nilai.ukur resisitensi yang
rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya maka kaki 1 adalah kaki besar untuk
transistor PNP sedangkan untuk transistor NPN cara mengukurnya sama hanya posisi
probe merah dan probe hitam di balik multimeter tidak memberikan nilai (jarum tidak
beergerak). Untuk mencari kaki emitor dan misalnya transistor NPN caranya
menghubungkan probe hitam pada salah
satu kaki selain basis dengan cara menempelkan probe pada jari tangan kita, kemudian hubungkan pada merah pada
kaki yang lain (selain basis) dan jangan di sentuh dengan jari tangan, kemudian
sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum pada multimeter tidak
bergerak, balik posisinya pada kaki yang lain. Sentuh kembali kaki basis dengan
tangan jika jarum multimeter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki
yang dipegang bersama probe hitam
adalah kolektor, kaki yang lain (probe merah) adalah emitor. Untuk transistor
PNP caranya sama hanya probe merah
dan probe hitam di balik. Dalam
menentukan transistor yang baik dan rusak dapat dilakukan dengan mengukur menggunakan multimeter. Jika pada saat
pengukuran jarum/layar menunjukan angka/bergerak itu berarti transistor
baik,begitu pula sebaliknya jika jarum/layar tidak menunjukan angka/bergerak
itu berarti transistor rusak.
Transformator
atau trafo adalah alat yang memindahkan tegangan listrik anttara dua rangkaian
listrik atau lebihmelalui induksi elektromagnetik. Trafo bekerja berdasarkan
prinsip induksi magnetik, dimana tegangan masukkan bolak-balik ini
menginduksikan Gaya Gerak Listrik (GGL) dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada
lilitan primer akan dilimpahkan kelilitan sekunder. Trafo digunakan pula dalam
pengaruh tegangan, entah menaikkan atau menurunkan, tergantung dari jenis trafo
yang digunakan. Trafo yang baik dapat diketahui apabila saat dihubungkan dengan
kumparan primer dan probe dan probe satunya lagi dihubungkan pada
kumparan sekunder, jika jarum skala tidak bergerak, sedangkan trafo yang rusak
dapat diketahui saat dihubungkan dengan dengan multimeter jarum skala bergerak.
IC adalah komponen dasar
yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang
dipakai sebagai otak peralatan elektronika. IC yang digunakan saat praktikum
adalah IC dengan jumlah kaki total 14 kaki, dimana kaki (1) adalah 1A, (2) 1Y,
(3) 2A, (4) 3Y, (5) 3A, (6) 3Y, (7) 6ND, (8) 4Y, (9) 4A, (10) 5Y, (11) 5A, (12)
6Y, (13) 6A, (14) VCC, yang apabila nanti
disambungkan kedalam rangkaian tidak akan salah dalam penghubungannya dengan
komponen lain.
MOSFET
adalah salah satu jenis transistor efek medan yang digunakan sebagai penguat
dan saklar, dimana prinsip kerjanya sebagai saklar dengan menggunakan MOSFET
pada kondisi saturasi (ON) dan
kondisi CUT-OFF (OFF). MOSFET juga
digunakan sebagai pengatur tegangan dengan menghubungkan kakinya dari kiri ke
kanan yaitu gate, drain, dan source.
Induktor
adalah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi pada medan
magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Induktor hanya
memiliki satu kumparan/lilitan yang sering digunakan pada sirkuit analog
pemrosesan sinyal.
Berdasarkan
analisis data mengenai penentuan nilai resistansi resistor, pada percobaan kali
ini menggunakan 5 buah resistor dengan kode warna yang berbeda-beda. Pada
resistor 1 memiliki nilai hambatan sebesar 1000x10° ± 5% dan nilai habatan
sebenarnya sebesar 99% s/d 101Ω. Pada resisitor 2 memiliki nilai hambatan
sebesar 68000 ± 5% Ω dan nilai hambatan sebenarnya sebesar 6400 Ω s/d 7140 Ω.
Pada resistor 3 memiliki nilai hambatan sebesar 390000 ± 5% dannilai hambatan sebnarnya sebesar 370500 Ω
s/d 409500 Ω. Pada resisitor 4 memiliki nilai hambatan sebesar 560000 ± 5% dan
nilai hambatan sebenarnya 532000 Ω s/d 588000. Pada resistor 5 memiliki nilai
hambatan sebesar 120 ± 5% dan nilai hambatan sebenarnya sebesar 114 Ω s/d 126
Ω. untuk kapasitor memiliki nilai sebesar 150 w.
Berdasarkan
hasil pengukuran baik menggunakan mutimeter analog, multimeter digital dan
secara kode warna dalam pembacaan atau penghitungan nilai resistansi resisitor.
Jika di badingkan secara teori dan praktek terdapat perbedaan sedikit, meskipun
begitu perbedaan tersebut diabaikan karena setiap resistor memiliki toleransi
sehingga dapat mengatakan percobaan ini tlah berhasil.
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat diambil pada praktikum rangkaian listrik sebagai berikut.
1.
Komponen aktif adalah komponen
elektronika yang memerlukan arus lisrtik agar dapat bekerja. Sedangkan komponen
pasif adalah komponen elektronika yang tidak memrlukan arus listrik agar dapat
bekerja.
2.
Dalam menggunakan multimeter analog dan
digital terlebih dahulu dilakukan kalibrasi yaitu dengan cara probe merah dan probe hitam
di lengketkan/direkatkan sampai menunjukan angka nol. Dalam mengukur suatu
hambatan atau arus listrik. Terlebih dahulu memutar sklar kearah besaran yang
akan di ukur, kemudian probe merah
dan hitam dilengketkan atau di
tempatkan pada masing-masing komponen elektronika.
3.
Cara mengukur komponen-komponen
elektronika contohnya seperti mengukur resistor adalah mengkalibrasi dengan
menghubungkan colok (+) dan colok (-), setelah itu kita menghubungkan pencolok
(+) pada slah satu kaki resistor
sedangkan pencolok hitam dikaki yang lain, kemudian mencatat nilai yang tertera
pada multimeter.
4.
Cara mengetahui komponen elektronika
yang baik dan rusak dengan menggunakan multimeter misalnya pada resistor adalah
pencolok merah dan pencolok hitam di tempatkan pada masing-masing kaki
resistor, jika pada layar multimet jarum bergerak itu artinya resistor baik
begitu pula sebaliknya jika tidak bergerak itu artinya rusak..
5. Transistor
dibedakan menjadi 2 jenis yaitu transistor kutub (bipolar) dan transistor efek
medan (field effect transistor FET).
Sedangkan terminan transistor terbagi tiga yaitu basis (B), emitter (E),
kolektor (C).